Ansor-Banser Brebes Siap Mengawal Gus Najib

Ansor Brebes

Ansor-Banser Brebes Siap Mengawal Gus Najib

Brebes (19/8), Beberapa hari yang lalu di media sosial beredar potongan video berdurasi sekitar 40 detik yang berisi sambutan KH. Dr. Ahmad Najib Affandi, MA (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda) atau yang akrab disapa Gus Najib, video itu merupakan potongan sambutan Beliau pada suatu kegiatan diinternal pesantren bersama santri-santrinya. Dalam sambutannya, Gus Najib berpesan kepada santri-santrinya untuk tidak ikut ormas radikal dan ilegal, apalagi tidak sejalan dengan nafas pendidikan pesantren yang menanamkan wajah rohmatan lil 'alamin (wajah Islam yang ramah, bukan Islam yang marah).

Selang sehari beredar lagi video yang sama dengan ditambahi komentar dari salah satu pemilik kanal Youtube yang berdurasi hampir 16 menit. Dalam komentarnya, pemilik kanal Youtube tersebut secara subyektif mengupas habis potongan video Gus Najib, sehingga memunculkan opini yang mendeskreditkan pesantren dan berdampak negatif bagi pesantren. Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Brebes dan jajaran Satkorcab Banser Kabupaten Brebes pada selasa malam (18/8) bersilaturrahim secara langsung kepada Gus Najib di Kediamannya di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Kec. Sirampog, Kab. Brebes.

Gus Najib menyampaikan bahwa “Dalam tradisi pesantren hal tersebut (guru berpesan kepada muridnya) merupakan sesuatu yang sangat wajar. Sebagai wakil orang tua, Kiai tidak hanya bertanggungjawab mengajarkan ilmu-ilmu saja, tetapi juga senantiasa mendidik dan menjaga anak-anaknya (santri). Sebagai lembaga pendidikan, pesantren punya aturan dan tata nilai tersendiri yang harus dipatuhi oleh seluruh santri. Dalam kasus ini, ada seorang santri kami yang memakai atribut FPI lengkap dengan membawa bendera dan berswafoto dengan latar belakang pesantren ini dan membagikannya di medsos dengan beberapa caption.”

“Kami mendapat masukan-masukan dari banyak pihak terkait foto santri tersebut, bahkan ada yang beranggapan bahwa Ponpes Al-Hikmah 2 banyak santri FPI-nya. Hal ini jelas tidak sejalan dengan tujuan pesantren sebagaimana amanat para Muassis (pendiri) pesantren ini, sehingga pada akhirnya kami pulangkan santri tersebut. Beberapa hari setelahnya, santri tersebut bersama orang tuanya menghadap kami untuk meminta maaf dan memohon agar santri tersebut dapat diterima kembali di pesantren ini, kami pun menerimanya kembali untuk belajar di pesantren. Kejadian tersebut sudah lama, pada suatu waktu ada kegiatan internal pesantren, kebetulan saya yang memberikan sambutan dan dari sambutan saya kemudian beredarlah potongan video tersebut.” Lanjut Kiai yang mendapatkan gelar doctoral di Maroko tersebut.

Menyikapi permasalahan tersebut, Ahmad Munsip selaku Ketua GP Ansor Kab. Brebes menyampaikan bahwa jajarannya (Ansor-Banser) siap mengawal dan menjadi benteng para Kiai NU, termasuk Gus Najib dan Kiai-Kiai lainnya.

“Sudah menjadi kewajiban kami (Ansor-Banser) untuk khidmah dan takdzim kepada Kiai-Kiai NU. Bagi kami, menjaga Kiai bukan hanya mengawal beliau saat ada kegiatan pengajian/kegiatan-kegiatan saja, tetapi juga ikhtiar merawat ajaran-ajaran para Kiai NU.” Pungkas Kang Munsip.

Ditempat yang sama, Sahabat Subkhan selaku Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kab. Brebes menambahkan, bahwa Jajaran Banser Kab. Brebes siap melakukan pengamanan dan ikut menjaga keselamatan para Kiai. Apalagi dalam kasus ini menyangkut marwah pesantren, Kiai-Kiai dan Jam'iyyah NU, ada oknum yang dengan sengaja memlintir potongan video tersebut untuk membuat citra negatif pesantren & kyai, termasuk membenturkan NU dengan ormas atau kelompok lain.

(iz)